Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

IGI ORGANISASI YANG DIHARAPKAN

MENDIKBUD Memuji IGI Sebagai Organisasi Profesi Guru Yang Banyak Diharapkan

IGI KKU

IGI Kabupaten Kayong Utara Akhirnya Terbentuk.

GURU SMAN 3 SUKADANA

Segenap Dewan Guru beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana

Kamis, 29 Maret 2018

Kanal IGI


Kanal IGI adalah saluran pelatihan bagi guru-guru IGI yang ingin mendalami kompetensi yang ada. Kanal-kanal pelatihan IGI sebagai berikut :


1. SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi) Abdul Kholiq
Telegram: t.me/sagusanov
2. SAGUSAE (Satu Guru Satu ebook) Eliyas Puspa
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScYXnyFLWfXqdKvhH_ZD3lWtouDPVHRki27NZKK_-OagaFuvg/viewform
https://goo.gl/TkMpPA
3. SAGUSAMIK (Satu Guru Satu Komik) Abdul Karim
4. SAGUSAKA (Satu Guru Satu Karya) Dahli Ahmad
5. SAGUDELTA (Satu Guru Dua Evaluasi Digital) Khairuddin
http://bit.ly/sagudelta-catrainer
6. SAGUSAVI (Satu Guru Satu Video Pembelajaran) Widi Astiyono
WA: https://chat.whatsapp.com/ApkcyGSYadRALeRn2LkQ4M
Telegram: https://t.me/joinchat/CJwutw79hyPFvgr_kgv8XA
7. SAGUSAMEP (Satu Guru Satu Media Publikasi) Abdul Halim Rahmat
8. SAGUSARIF (Satu Guru Satu Kearifan Lokal) Arnold Jacobus
9. SAGUSAGAME (Satu Guru Satu Game Edukasi) Crysna Rhani Ningrum
10. SAGUSOFT Anastasia
11. SAGUSAKU (Satu guru satu buku) Noer Badriyah
http://bit.ly/rekrutpelatihsagusaku
12. SAGUPASI (Satu Guru Paham Pendidikan Inklusi) Rusnani
WA: https://chat.whatsapp.com/0izFcYQkT8rKXMMm6ZD4TF
FB: https://www.facebook.com/groups/403648750069712/
Add Friend FB: https://www.facebook.com/sagupasi.igi
13. SAGUSABEST ( Satu Guru Satu Best Practice) Rina Sugiartinengsih
WA: https://chat.whatsapp.com/3omWfelHH3xH3SoB7GOiXz
14. SAGUSAMOD (Satu guru satu modul pembelajaran) Heri Yudianto
http://bit.ly/tele_sagusamod
15. SAGUMANISAN (Satu Guru Mahir Penilaian berbasis Android) Muntasir Hak
Telegram: t.me/Sagumanisan
16. SAGUTABI (Satu Guru Terampil Bhs. Inggris) Slamet Riyanto
WA: https://chat.whatsapp.com/1XcgqCyEb7GGWizrsMnt1V
Telegram: https://t.me/joinchat/CqjsHRHIs6JGLfrV8tsYjQ
FB: https://www.facebook.com/groups/964381680383998/
17. SAMISANOV (Satu Minggu Satu Inovasi) Aries Eka Prasetya
Telegram: https://t.me/joinchat/DFQcaAohilGrTJyhkT0_Ig
FB: https://www.facebook.com/groups/254312508378520/
WA: https://chat.whatsapp.com/11HAlEXJXjQ44Cv2OVVVh9
18. SAGUSABOT (Satu Guru Satu Bot) Basman Tompo
Tg : http://t.me/igisagusabot
19. SAGUSADO Syukur Salman
20. SADAR (Sarasehan dalam Jaringan) Umi Tira Lestari
http://t.me/sadarigi
21. SIDARING IGMP Matematika Indonesia
22. SAGUSAKUPAT (Satu Guru Satu Buku Paket) Hasim Muhammad
WA: https://chat.whatsapp.com/2dFP028yhox3GPkCw53GRY
23. SAGUSAPIJAR Robie Ferli
24. SAGUSAFIS (Satu Guru Satu Infografis) Nurliyanto
WA: https://chat.whatsapp.com/HARFWuxKUbdCIEVbDDUQEU
25. SAGUSAIMORAN (Satu Guru Kuasai Model Pembelajran) Khairil Muhammad Anwar
Wa. https://chat.whatsapp.com/JMrMFrIo6WH823ukYJMP87
26. SAGUSAVID (Satu Guru Satu Video Inovasi Digital) Tri Goesema Poetra
Telegram: http://bit.ly/sagusavid_telegram
WA: http://bit.ly/sagusavid_wa
FB: http://bit.ly/sagusavid_fb
27. SAGUSABOLA (Satu Guru Satu Bidang Olimpiade Akademik) Tantan Sutandi Nugraha
WA: bit.ly/sagusabola-trainer
28. SAGUSAPLET Kasman
29. SAGUSATOR Yosi Sandra
30. SAGUSAGU (Satu Guru Satu Lagu) Fathur Rahman
https://chat.whatsapp.com/2nPY7yomuKX7FU4NUQKzPU
31. SAGUBASWAY (Satu Guru Banyak SWAY) Tri Haryanto
https://chat.whatsapp.com/69Vxk886BRBJYN1H5by94x
32. SAGUSAPEN (Satu Guru Satu Cerpen) Misnawati
WA: https://chat.whatsapp.com/HOedY1HF1ljJojwrRJVFMT
33. SAGUABAD Zakaria Akhmad
34. SAGUKANAL (satu guru satu artikel jurnal) Bambang Setiawan
https://chat.whatsapp.com/4mQSWraYuWNKlmbYVkq27s
35. SAGUKAYA (Satu Guru Satu Kelas Maya) Trival Setyadik
WA: https://chat.whatsapp.com/IMGxUUbOrHg0zHBfQVllua
36. SAGUBLOG (Satu Guru Satu Blog) Amin Mungamar
Telegram: t.me/sagusablogigi
37. SAGUBAQU (Satu Guru metode baca Al-Quran) Margiyanto
WA: https://chat.whatsapp.com/Eqqm54XBvVgBhVX70xY5HQ
38. SAGUPEGTAS (Satu Guru Penggerak Integritas) Arbain
WA: https://chat.whatsapp.com/3JLNm49mqEn7COffdZcLyK
Telegram: http://t.me/jointchat/HIVWSICAdXiLLbcHy79TZg
39. SAGUWARNA Chandra Sri Ubayanti
40. SAGUTAPE Shahibah Sain
41. SAGUSATA IGPAUD Chustini
42. SAGUSENI Sutriyono
43. SAGUSAPOINTER Rica Susanti
https://chat.whatsapp.com/EDVGzZW5eHh9NuSB7th9yW
44. SAGUSATI (Satu Guru Satu Test Interaktif) Harmoko Mustafa
WA: http://bit.ly/Sagusati_IGI
45. SAGUSATEG ( Satu Guru Satu Teknologi Tepat Guna) Zulfah Magdalena
WA : https://chat.whatsapp.com/HjZ2Bw18o0RBrBUjXZp3b5
46. SAGUSAGE (Satu Guru Satu Geogebra) Yoel Istiawanto
Telegram: http://t.me/sagusage
47. SAGUSABBOOK (Satu guru satu bigbook) Rohma Wati
https://chat.whatsapp.com/0DFOwdw4qCu0cPpqL8dgN6
48. SAGUSAMED (Satu Guru Satu Media Pembelajaran) Elly Yuliana
WA: https://chat.whatsapp.com/GnJiXzuMa3iBstWUCyqBe1
49. SAGUSAMPI (Satu Guru Satu Multi Media Pembelajaran Interaktif) Wayan Suwirya
50. SAGUSAPIR I Gde Wayan Sudiarta
51. SAGUSAPOP Asep Gunawan
52. SAGUDISTRO Sesep Ferdiansyah Syaiful Hijrah
53. SAGUSAVPRES (Satu Guru Satu Video Presentasi) Imran Rosyidi
http://t.me/sagusavpres
54. SAGUSALAY Rawiyah
55. SAGUSAKTI (Satu Guru Satu Karya Tulis Ilmiah) Noor Baiti
WA: https://chat.whatsapp.com/D2DhRDMHiTWJTE2iLsi78J
56. SAGUSATEFA (Satuguru satu teaching factory) Nur Rohman
https://chat.whatsapp.com/HoGYCdKUsIr0JWNkSZmHln
57. SAGUSACAT Ode Abdurrahman
58. SAGUSALIST Joko Susilo
59. Maluku Belajar Yandri
Telegram : https://t.me/malukubelajar
Facebook : https://fb.me/MalukuBelajar
60. SAGUSANTRI Mampuono
61. MENEMU BALING Mampuono
62. SAGUSALIN Mampuono
63. SAGUSAIB Widadi Muslim
64. SAGUSPEDA Made Mahendra
65. SAGUBEREN (Satu Guru Berjiwa Enterprenur) Rahmat Sentana
https://chat.whatsapp.com/9IaTxNScUHdIa6zwkFs29z
66. SAGUSAPER Sumiati
67. SAGUDIHATI (satu guru mendidik dengan”HATI”) Nurkholis
http://gg.gg/Sagudihati

Selasa, 27 Maret 2018

IGI bukan rival PGRI

Karena keduanya sama-sama organisasi yang mewadahi para guru di Indonesia dan beraktivitas untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan guru itu sendiri. Keduanya bisa sama-sama jalan beriring tanpa harus dibenturkan antar keduanya. Dalam beberapa kegiatan IGI sendiri tidak jarang melibatkan PGRI sendiri sebagai narasumber, seperti pada acara Launching IGI Jawa Barat tanggal 24 Agustus 2008 yang menghadirkan Prof. Dr. H. Mohammad Surya sebagai narasumber.
Kalau keduanya mau dibedakan, mungkin hanya pada arah perjuangan dan aktivitas yang dilakukan yang berbeda.

Berdasarkan sejarah lahirnya dan perkembangan PGRI, organisasi ini lahir 100 hari sejak kemerdekaan RI di Surakarta, 25 November 1945 dengan tujuan utama (1) Membela dan mempertahankan Republik Indonesia (organisasi perjuangan), (2) Memajukan pendidikan seluruh rakyat berdasar kerakyatan (organisasi Pendirian PGRI sama dengan EI: “education as public service, profesi) not commodity” dan (3) Membela dan memperjuangkan nasib guru khususnya dan nasib buruh pada umumnya (organisasi ketenagakerjaan).

Dalam perkembangannya, pada tahun 1998 Kongres PGRI XVIII di Lembang, pada waktu itu Prof.Dr. HM Surya menjabat sebagai Ketua Umum PB PGRI dan Drs. H. Sulaiman SB Ismaya sebagai Sekjennya. Kongres ini menghasilkan antara lain:
a. PGRI keluar dari Golkar
b. PGRI menyatakan diri kembali sebagai organisasi perjuangan (cita-cita proklamasi kemerdekaan dan kesetiaan PGRI hanya kepada bangsa dan NKRI), organisasi profesi (meningkatkan kualitas pendidikan) dan organisasi ketenagakerjaan (kembali sebagai Serikat Pekerja Guru/Teachers Union
Pada tanggal 1 Februari 2003 PGRI bersama-sama 13 SP/SB yang independen non parpol, berwawasan kebangsaan membentuk KSPI (Kongres Serikat Pekerja Indonesia). Terpilih Anggota Dewan Nasional KSPI Harfini Suhardi dan Sanuri Almariz dan Sekjen Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSPI adalah Drs. WDF Rindorindo.

Pada tahun 2005, PB PGRI beraudiensi dengan Menakertrans (Fahmi Idris) berisi:
1. Mengklarifikasi UU No.21/2000 tentang SP/SB khususnya Pasal 48:
a. PNS berhak menjadi anggota SP/SB.
b. Akan diatur dalam suatu Undang-Undang
2. Pernyataan Menakertrans RI:
a. Pemerintah RI telah meratifikasi Konvensi ILO No. 87 dengan Keppres No. 83 Tahun 1998.
b. PGRI jalan terus sebagai Serikat Pekerja Guru Modern
c. Setiap orang tidak boleh menjadi anggota dua SP dan SB. Karena itu PGRI yang PNS tinggal memilih menjadi anggota PGRI atau anggota KORPRI. (Konvensi ILO No.87, keanggotaan SP/SB harus sukarela dan tidak boleh dipaksa, sesuai dengan HAM, SP/SB harus dibentuk secara demokratis)
3. Menakertrans meminta PGRI dan ILO Indonesia serta Depnakertrans melaksanakan seminar nasional tentang konvensi ILO nomor 87 dan Keppres No. 83 Tahun 1998.
4. Menakertrans memberi kesempatan kepada PGRI tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/ kota mendaftarkan kembali PGRI sebagai SP pada Disnaker provinsi dan kabupaten/kota. (Sumber: situs Pengurus Besar PGRI oleh weblog http://tunas63.wordpress.com)

Jadi, selama ini PGRI bernaung di Depnakertrans sebagai Serikat Pekerja. Sehingga PGRI bisa juga kita sebut sebagai organisasi massa atau organisasi perjuangan yang memang aktivitasnya selama ini adalah memperjuangkan kesejahteraan bagi anggotanya.
Berbeda dengan IGI yang merupakan organisasi profesi guru yang lahir sejak diundangkannya status keprofesian guru dalam UU Guru dan Dosen pada 2004.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Deklarasi Guru sebagai Bidang Pekerjaan Profesi dilakukan oleh Presiden SBY, 14 Desember 2004. Setahun kemudian, pada tanggal 15 Desember 2005 disahkan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen:
“Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”(Bab I, Pasal 1).

IGI mendapat pengakuan dari Depkum dan HAM sebagai organisasi profesi guru dengan pengesahan Depkumham nomor: AHU-125.AH.01.06. Tahun 2009, tertanggal 26 November 2009. Pengakuan ini menunjukkan bahwa kiprah IGI selama ini memang sejalan dengan upaya penguatan profesi guru. IGI terus-menerus meningkatkan mutu, kompetensi dan profesionalisme guru Indonesia.
Sejumlah program yang digagas IGI merujuk pada upaya peningkatan kompetensi tersebut. IGI juga bekerjasama dengan sejumlah BUMN dan perusahaan swasta nasional untuk sebesar-besarnya bagi peningkatan kompetensi guru. IGI bekerjasama untuk mengadakan berbagai seminar dan pelatihan agar guru semakin bermutu. Guru-guru berprestasi didaulat untuk menjadi narasumber dalam setiap seminar tersebut.

Di sisi lain peranan organisasi profesi sangat diperlukan agar berfungsi sebagai wadah untuk meningkatkan profesionalisme guru. Keberadaan organisasi profesi tersebut diharapkan mampu menjadikan ujung tombak peningkatan profesionalisme guru. Kita sudah mengenal satu-satunya organisasi profesi guru, yaitu PGRI. Mayoritas guru dipastikan menjadi anggotanya. Namun, seiring perkembangan waktu, dengan banyaknya jumlah guru yang ada, PGRI tidak bisa maksimal memberdayakan potensi seluruh guru yang ada.
Inilah barangkali yang menjadi latar belakang munculnya sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga pada tahun 2016 diundangkanlah aturan baru.
Bunyinya, PGRI bukan satu-satunya organisasi profesi guru. Angin segar itulah yang menjadikan bertumbuhnya bebagai jenis organisasi profesi. Di antaranya, IGI.

Keberadaan IGI yang merupakan salah satu organisasi profesi guru mendapat sambutan yang bervariasi di berbagai tempat. Salah satu di antaranya banyak yang masih bertanya apa IGI itu dan apa bedanya IGI dengan PGRI. Secara fungsi, kedua organisasi itu sama, yaitu meningkatkan profesionalisme guru. Namun, langkah awal gerakan IGI lebih banyak dititikberatkan pada peningkatan kemampuan guru untuk lebih baik dalam mengerjakan tugasnya. Kegiatan yang dilakukan di antaranya ialah mengadakan seminar, workshop, serta pelatihan dengan menggandeng berbagai pihak ketiga yang berkompeten. Yang menarik, reward kegiatan tersebut, yakni berupa sertifikat, akan diberikan setelah satu kegiatan utuh terselesaikan.

Inilah yang menjadikan perkembangan IGI berjalan perlahan. Sebab, beberapa guru masih mendeteksi tentang fungsi dan manfaat ketika mereka bergabung di dalamnya. Di sisi lain, tidak jarang ada pula yang sudah berantipati terhadap kehadiran IGI karena dianggap sebagai rival PGRI.
Di sinilah perlunya pemahaman dan upaya duduk bersama untuk menyatukan sinergi. Tujuannya, mengoptimalkan visi meningkatkan profesionalisme guru, khususnya skill dan kompetensi lainnya. Harus sama-sama dipahami oleh organisasi profesi pendidik, apa pun namanya, bahwa kehadiran lainnya merupakan mitra untuk peningkatan profesionalisme guru.

Selama niat untuk mewujudkan visi itu ada, tentu saja realisasi tujuan sinergi itu akan semakin besar. Kita semua tentu berharap tidak ada lagi friksi yang melibatkan sesama pendidik hanya karena berbeda organisasi profesi. Sebab, yang jauh lebih penting dari semua itu adalah masa depan bangsa ini, yang terletak pada anak-anak didik sebagai calon-calon pemimpin. Kunci ini tak lain terletak pada pendidik itu sendiri. Semoga

DISEMINASI OFFICE 365 IGI Kabupaten Kayong Utara

 Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, guru tidak lagi sekadar bertindak sebagai penyaji informasi. Guru juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik, untuk mencari dan mengolah sendiri informasi. 

“DENGAN demikian, guru juga harus senantiasa meningkatkan keahliannya dan senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan,” ujar Kepala Bidang Pembinaan, Dinas Pendidikan Kayong Utara, Ichwani, Sabtu (24/3), pada Diklat Office 365 Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kayong Utara di Aula Pertemuan SMK Negeri 1 Sukadana. 

 Ichwani menambahkan, mengenai perkembangan dunia pendidikan yang sejalan dengan kemajuan teknologi dan globalisasi yang begitu cepat, perlu diimbangi oleh kemampuan pelaku utama pendidikan, dalam hal ini guru. Untuk itu, ia berharap agar sebagian guru menghadapi perubahan yang cepat dalam pendidikan, sehingga dapat membawa dampak kecemasan dan ketakutan. Perubahan dan pembaruan pada umumnya, menurut dia, membawa banyak kecemasan dan ketidaknyamanan. Karena, sambung dia, implikasi perubahan dalam dunia pendidikan, bukan perkara mudah, karena mengandung konsekuensi teknis dan praksis serta psikologis bagi guru. 

“Misalnya, perubahan kurikulum atau perubahan kebijakan pendidikan. Perubahan itu tidak sekadar perubahan struktur dan isi kurikulum, atau sekadar perubahan isi pembelajaran, tetapi perubahan yang menuntut perubahan sikap dan perilaku dari para guru. Misalnya, perubahan karakter, mental, metode, dan strategi dalam pembelajaran. Guru dalam menjalankan tugas profesionalnya mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan. Untuk itu, guru harus memiliki dan menguasai kompetensinya dan sekaligus mengetahui hak dan kewajibannya, sehingga ia menjadi sosok guru yang betul-betul profesional, dan di situlah tantangannya hari ini,” sambungnya.  

Namun demikian, Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas apa yang dilakukan IGI Kayong Utara. Dia berharap agar tujuan dari kegiatan ini tercapai dan dapat diaplikasikan di satuan pendidikan masing-masing. 

“Kami sungguh sangat berterima kasih dan berbahagia di samping PGRI Kayong Utara. Sekarang ada mitra baru bagi kami di Dinas Pendidikan, yaitu dengan hadirnya IGI Kayong Utara, tentunya baik PGRI dan IGI mempunyai tujuan dan landasan kerja masing-masing dan itu tidak perlu diperdebatkan dan dipersoalkan. Semakin banyak wadah semakin bagus dan kita dapat mendiskusikannya secara bersama-sama demi kemajuan pendidikan kayong utara tentunya,” terangnya. 
Pembukaan Diseminasi Office 365 IGI KKU
(dari kiri ke kanan :Isjuandi (Ketua IGI KKU); Supriadi (Ketua IGI Ketapang); Ichwani; Januardi

Ketua IGI Kabupaten Kayong Utara, Isjuandi, menyatakan bahwa kegiatan desiminasi office 365 di Kayong Utara dilaksanakan sejak 24 Maret lalu, yang mana kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan termuat dalam program agenda IGI 2018. 

 “Desiminasi office 365 merupakan pelatihan berbasis IT, salah satu upaya meningkatkan kompetensi guru yang di Kayong Utara. Upaya ini salah satu kontribusi meningkatkkan dunia pendidikan menghadapi era globalisasi berbasis IT. Untuk itulah IGI menjawab tantangan tersebutlah,” jelasnya, Minggu (25/3). 

Selain itu, dirinya berharap kehadirian IGI mempu meningkatkan kompetensi guru, sesuai dengan mottonya sharing and growing together, yang artinya berbagi dan berkembang bersama. “Tentunya saya sangat berharap, melalui kegiatan ini, dan terbentuknya kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi guru-guru dalam menghadapi era globalisasi,” pungkasnya. (dan)

sumber : http://www.pontianakpost.co.id/tak-lagi-penyaji-tapi-membimbing-pencarian-informasi
FOTO-FOTO KEGIATAN :









Rabu, 21 Maret 2018

Logika Sederhana


Aku mengenal 5 orang wanita: Alya, Bella, Citra, Desi dan Elva
1. Ada 2 golongan umur, yaitu umur 25 tahun keatas dan umur dibawah 25 tahun. Terdapat 3 wanita berumur dibawah 25 tahun, dan 2 orang di atas 25 tahun.
2. Ada dua wanita yang bekerja sebagai guru dan 3 sebagai sekretaris.
3. Alya dan Citra masuk dalam golongan umur yang sama.
4. Desi dan Elva pada golongan umur yang berbeda.
5. Bella dan Elva mempunyai pekerjaan yang sama.
6. Citra dan Desi mempunyai pekerjaan yang berbeda.
7. Aku memilih yang pekerjaannya guru dan berumur di atas 25 tahun.

Pertanyaannya : Siapa yang aku pilih??

IGI Kabupaten Kayong Utara Terbentuk


Pada hari Jumat, tanggal 23 Februari 2018 beberapa anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat yang sudah terdaftar di http://anggota.igi.or.id berkumpul diruangan Lab Kimia di SMA Negeri 1 Sukadana dengan tujuan untuk membentuk kepengurusan IGI Daerah KKU.
Rapat yang dipimpin oleh pak Isjuandi dihadiri oleh beberapa anggota IGI KKU lainnya yaitu Januardi, Mugi Utomo, Muh Khamid, Syahroni, Ardi Kusnadi, Mardiansyah dan Hellen Puspaningrum. Pada siang hari itu, dibicarakanlah beberapa pokok bahasan dan yang paling utama adalah membentuk kepengurusan IGI KKU dengan melihat keanggotaan IGI di Kabupaten Kayong Utara sudah mencapai 20 orang namun kepengurusan daerah belum terbentuk.
Dengan tujuan yang sama, terpilihlah Pak Isjuandi sebagai Ketua IGI Daerah Kabupaten Kayong Utara yang pertama berdasarkan pemilihan secara voting atau suara terbanyak dan semua peserta rapat yang hadir menyetujui serta menyepakati ketua IGI KKU yang terpilih. Selain Ketua, terpilih juga Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Ketua Bidang dan beberapa anggota di kepengurusan IGI KKU seperti berikut ini :
 
Kemudian pada tanggal 9 Maret 2018 terbitlah SK Pengurus Pusat IGI dengan Nomor : 021.1/KBO/00378/III/2018 Tentang Pengangkatan Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat Periode Tahun 2018-2023. Kepengurusan IGI Daerah KKU ini rencananya akan dilantik oleh Ketua IGI Wilayah Kalimantan Barat pada akhir bulan Maret ini atau selambat-lambatnya awal bulan April 2018.